Kamis, 18 Februari 2016

JERIT HATI YANG TERTAHAN



Ingat malam itu ketika ratusan atau bahkan ribuan air mata yang kamu keluarkan.
Kamu menangis? karena apa? untuk apa? karena diakah? karena kesalahanmu? karena permasalahan yang ada di pikiranmu? atau karena apa?
Karena apa kamu menangis?
Ayo jawab.... ayo... jawablah......
Tidak semua yang aku rasakan dapat di mengerti oleh dia. Dia hanya orang asing, seperti halnya teman-temanmu dan orang-orang di sekitarmu  atau bahkan orangtuamu sendiri. Mereka itu orang lain dan sebagian dari mereka adalah orang asing.
Aku tidak dapat bercerita kepada siapa-siapa, sekarang aku sendiri.
Apa mungkin itu karena kesalahanku? aku pusing, semakin dipikirkan semakin pusing.
Mereka hanya diam, mereka tidak peduli, sedangkan kamu disini terpuruk. TERPURUK.
Bagaimana kau mengembalikan semangat yang hilang, bahkan sumber penyemangat berlahan memudar.
Aku bingung... aku takut.... apa yang harus aku lakukan....
Tolong....siapa yang bisa menolongku..... TOLONG.......
Tuhan tolong aku, tolong aku yang lemah, tolong aku yang selama ini jauh darimu, tolong Tuhan, tolong aku.
Hati ini sakit di perlakukan seperti itu.
Dia mulai memudar, sumber penyemangatku mulai hilang. Tolong beri ketenangan padaku Tuhan.....


-Ilma Tanfiziyah-
Serang, 15/10/2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar