Jumat, 19 Februari 2016

Cinta dan Gula Kopi




Seseorang mengatakan kepada saya “Cinta tanpa perasaan itu ibarat kopi tanpa gula”.
Sebenarnya saya tidak terlalu mengerti dengan pribahasa yang dia berikan, namun karena dia menyuruh saya untuk memahaminya. Baiklah saya akan memberikan pandangan saya terhadap pribahasa tersebut.
Setiap orang memiliki rasa cinta, mereka berhak memberikan rasa tersebut untuk orang yang menurutnya layak karena sudah berhasil membuatnya tertarik. Cinta itu manis, sama seperti gula. Saking manisnya kadang cinta membuat kita lupa dengan segalanya, bahkan cinta membuat kita lupa bagimana rasanya sakit.
Tapi kita juga harus tahu kemana cinta itu pergi, kita harus memastikan bahwa dia pergi ketempat yang benar-benar tepat, karena jika salah cinta akan mengubah semuanya menjadi rasa sakit. Mungkin rasa sakit itu sudah biasa dirasakan oleh orang yang sedang jatuh cinta istilah anak gaul sekarang  baperan atau galau katanya.
Orang-orang yang sedang jatuh cinta memang wajar jika baper atau galau karena mereka sedang menunggu kepastian. Mereka selalu memperhatikan orang yang dicintainya untuk memastikan bahwa cintanya tidak bertepuk sebelah tangan. Jika orang yang di cintainya memberikan lampu hijau maka dia akan bersiap-siap untuk menyatakan cinta namun ada juga yang tidak berani menyatakan perasaan yang sebenarnya karena mereka masih ragu dengan apa yang mereka rasakan, mereka masih bertanya-tanya dalam hati apakah cinta itu benar-benar pergi ketempat yang benar ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar