Seseorang
mengatakan kepada saya “Cinta tanpa perasaan itu ibarat kopi tanpa gula”.
Sebenarnya
saya tidak terlalu mengerti dengan pribahasa yang dia berikan, namun karena dia
menyuruh saya untuk memahaminya. Baiklah saya akan memberikan pandangan saya
terhadap pribahasa tersebut.
Setiap orang
memiliki rasa cinta, mereka berhak memberikan rasa tersebut untuk orang yang
menurutnya layak karena sudah berhasil membuatnya tertarik. Cinta itu manis,
sama seperti gula. Saking manisnya kadang cinta membuat kita lupa dengan
segalanya, bahkan cinta membuat kita lupa bagimana rasanya sakit.
Tapi kita juga
harus tahu kemana cinta itu pergi, kita harus memastikan bahwa dia pergi
ketempat yang benar-benar tepat, karena jika salah cinta akan mengubah semuanya
menjadi rasa sakit. Mungkin rasa sakit itu sudah biasa dirasakan oleh orang
yang sedang jatuh cinta istilah anak gaul sekarang baperan atau
galau katanya.
Orang-orang
yang sedang jatuh cinta memang wajar jika baper atau galau karena mereka sedang
menunggu kepastian. Mereka selalu memperhatikan orang yang dicintainya untuk
memastikan bahwa cintanya tidak bertepuk sebelah tangan. Jika orang yang di
cintainya memberikan lampu hijau maka dia akan bersiap-siap untuk menyatakan
cinta namun ada juga yang tidak berani menyatakan perasaan yang sebenarnya
karena mereka masih ragu dengan apa yang mereka rasakan, mereka masih
bertanya-tanya dalam hati apakah cinta itu benar-benar pergi ketempat yang
benar ?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar