Kamis, 18 Februari 2016

MENGERIKAN! MENJADI SALAH SATU PENUMPANG BUS YANG MENGALAMI KECELAKAAN



Kemarin pengalaman yang tidak akan pernah saya lupakan. Ini seperti mimpi, semua terjadi hanya dalam hitungan menit tapi sungguh menegangkan, kejadian itu saya rekam dengan mata kepala saya sendiri sehingga selalu terbayang dalam ingatan saya.

Kemarin hari Sabtu, 11 Juli 2015 sekitar pukul delapan pagi saya sudah bersiap pulang menuju Serang setelah kemarin menginap di rumah bibi di daerah Bitung-Tangerang. Tidak ada firasat apapun, seperti biasa saya berkemas kemudian segera mencari bus menuju Serang yang biasanya ngetem di Kolong jembatan Bitung.

Setelah itu saya naik bus Asli Prima jurusan Bekasi-Serang-Merak, saat itu penumpang bus sudah penuh tapi kenek masih mencari penumpang alhasil saya tidak mendapat tempat duduk. Akhirnya saya duduk di pinggir pintu dan berdekatan dengan kenek yang biasanya berdiri di pinggir pintu.

Tidak lama kemudian bus jalan dan masuk tol, setelah itu kenek menagih ongkos. Sebenernya saya sempat adu mulut dengan kenek karena ongkos dari Bitung-Serang Rp. 40.000 padahal kemarin saya ongkos dari Serang-Bitung hanya Rp. 20.000 dan itu bus jurusan Kp. Rambutan, lantas saya tidak mau bayar masa naiknya 100% terus ongkosnya disamakan dengan penumpang dari Bekasi dan duduk di kursi. Saya sering naik bus ke Bitung, memang sih Bus jurusan Bekasi selalu menyamaratakan ongkos penumpang, mau itu turun di Bitung, Jati Bening, Bekasi atau turun di tol sekalianpun ongkosnya tetap sama. Saat itu juga saya menjadi perhatian semua penumpang karena protes mengenai ongkos, malu juga sih tapi sudahlah lupakan anggap semua itu tidak terjadi.

Dengan hati yang berdebar kencang campur aduk antara malu, kesal, dan marah akhirnya handphone saya berbunyi ternyata telpon dari Emak. Kemudian Saya Angkat..
“Halo Assalamualkum.”
“Waalkumsalam”
“Tos nyampe mana?”
“Masih di tol tapi duka tol mana.”
“Oh....bla...bl...bla..bla....bla....”
“Muhun...”
“Nya entos hati-hati. Assalamualkum..”
“Waalkumsalam...”

Setelah menutup telpon dari Emak belum sempat saya menyimpan Handphone, reflek mata saya melirik keluar jendela. Brakkkkkkkkkkkkk haaaaa (teriak Semua penumpang) Haaa astagfirullah..... Kejadian itu berlangsung hanya beberapa menit dan saya merekam semuanya dengan mata kepala saya.

Awalnya bus berjalan dengan sewajarnya, tapi setelah saya menutup telpon dan melirik keluar jendela ternyata bus oleng dan depan bus menabrak badan mobil Pick Up kemudian semua penumpang berteriak termasuk saya yang duduk di depan dekat kenek dan di pinggir pintu bus. Saya juga melihat supir berusaha sekuat tenaga untuk menghentikan bus dengan mengerem, dan saya juga sempat melihat penumpang yang duduk di belakang sopir tersungkur kedepan. Saya sudah tidak bisa berfikir apa-apa lagi, saya hanya berpegangan dengan sekuat tenaga dan berteriak. Saya kaget karena pintu bus yang berada di samping saya kemudian terbuka dan hancur menghantam benda-benda di depannya. Kemudian saya alihkan mata saya kearah depan, dari arah sana ada kendaraan entah itu bus atau truk yang melaju mendatangi kami untung kendaraan tersebut berhenti sehingga bus  yang saya tumpangi tidak tertabrak oleh kendaraan lain. Dalam hati saya sempat berfikir bagaimana bisa ada kendaraan di depan kami sedangkan jalur jalan tol satu arah dan di batasi oleh pembatas jalan yang terbuat dari besi.

Setelah kepanikan itu terjadi langsung semua penumpang berhamburan keluar bus, yang pertama keluar adalah kenek bus karena posisinya berada di pinggir pintu yang sudah tebuka dan rusak parah itu, kemudian saya dan diikuti dengan yang lainnya. Kemudian saya terduduk di rerumputan pinggir tol, sambil beristigfar karena seperti mimpi bisa menjadi penumpang bus yang mengelami kecelakaan.

Saya hanya bisa merasakan tubuh saya lemas sekali, lutut gemetaran dan jantung berdetak lebih cepat. Langsung saya kembali menelepon emak padahal beberapa menit sebelumnya saya sudah menutup telepon dari emak. Dengan panik emak menjawab telpon dari saya, saya hanya bisa mengatakan jika bus yang saya tumpangi nabrak dengan suara bergetar dan mengeluarkan airmata. Entahlah saya tidak tahu darimana airmata itu berasal tapi yang jelas saya kaget sekali bisa mengalami kejadian seperti itu.

Ketika keluar dari bus saya melihat kondisi bus rusak parah, yang paling parah adalah bagian depan bus, kondisi bawah bus dan rodanyapun rusak parah, yang jelas kondisi bus rusak parah dan tidak bisa di gunakan lagi. Setelah keluar saya juga baru sadar bahwa bus sudah berada di jalur sebelahnya (jalur Serang-Jakarta) padahal posisi kita seharusnya berada di jalur Jakarta-Serang. Saya tidak sempat memperhatikan sekitar jalan tol, saya juga tidak tahu apakah bus itu menabrak pembatas jalan atau terbang sehingga bisa menyebrang jalur yang salah dengan singkat karena saat itu saya hanya merasakan goncangan yang sangat keras. Tapi saya sangat bersyukur sekali karena bus tidak terguling sehingga tidak ada korban.

Setelah itu saya mengambil kesimpulan bahwa supir bus mengantuk sehingga bus oleng dan menabrak mobil Pick kemudian bus banting stir ke kanan kemudian menabrak pembatas jalan dan masuk ke jalur di sebrangnya sedangkan mobil pick up sendiri banting stir ke arah kanan dan menabrak pembatas jalan.

Setelah kejadian itu saya langsung mengamankan barang bawaan saya dan semua penumpang di arahkan kembali untuk menyebrang ke jalur Jakarta-Serang. Saya tidak memperhatikan orang-orang di sekitar saya, dengan seketika tempat itu menjadi ramai dan sepertinya terjadi kemacetan. Tidak berapa lama ada bus jurusan X-deres – Labuan dan saya langsung menumpang bus tersebut menuju Serang. Jadi saya tidak tahu lagi bagaimana kejadian selanjutnya di TKP karena dengan mengeluarkan airmata dan masih shock saya pergi meninggalkan tempat tersebut. Tapi sepertinya arah dari Serang-Jakarta mengalami kemacetan karena bus tersebut posisinya sedikit melintang hampir menutupi setengah badan jalan.

Saya hanya mengingatkan bahwa sebenarnya kita sangat dekat sekali dengan kematian, saya tidak bisa membayangkan jika bus terbalik entah bagaimana nasib penumpang yang ada di bus tersebut. Tapi semua itu tidak terlepas dari kehendak Allah, jadi dimanapun kita ketika hendak melakukan perjalanan dan ketika sedang di perjalanan jangan lupa terus membaca do’a karena musibah tidak di duga-duga.

-Ilma Tanfiziyah-



gambar di ambil dari internet karena saat itu saya langsung pergi sehingga tidak sempat mengambil gambar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar