Kemarin pengalaman yang tidak akan pernah saya
lupakan. Ini seperti mimpi, semua terjadi hanya dalam hitungan menit tapi
sungguh menegangkan, kejadian itu saya rekam dengan mata kepala saya sendiri
sehingga selalu terbayang dalam ingatan saya.
Kemarin hari Sabtu, 11 Juli 2015 sekitar pukul
delapan pagi saya sudah bersiap pulang menuju Serang setelah kemarin menginap
di rumah bibi di daerah Bitung-Tangerang. Tidak ada firasat apapun, seperti
biasa saya berkemas kemudian segera mencari bus menuju Serang yang biasanya
ngetem di Kolong jembatan Bitung.
Setelah itu saya naik bus Asli Prima jurusan
Bekasi-Serang-Merak, saat itu penumpang bus sudah penuh tapi kenek masih
mencari penumpang alhasil saya tidak mendapat tempat duduk. Akhirnya saya duduk
di pinggir pintu dan berdekatan dengan kenek yang biasanya berdiri di pinggir
pintu.
Tidak lama kemudian bus jalan dan masuk tol, setelah
itu kenek menagih ongkos. Sebenernya saya sempat adu mulut dengan kenek karena
ongkos dari Bitung-Serang Rp. 40.000 padahal kemarin saya ongkos dari
Serang-Bitung hanya Rp. 20.000 dan itu bus jurusan Kp. Rambutan, lantas saya
tidak mau bayar masa naiknya 100% terus ongkosnya disamakan dengan penumpang
dari Bekasi dan duduk di kursi. Saya sering naik bus ke Bitung, memang sih Bus
jurusan Bekasi selalu menyamaratakan ongkos penumpang, mau itu turun di Bitung,
Jati Bening, Bekasi atau turun di tol sekalianpun ongkosnya tetap sama. Saat
itu juga saya menjadi perhatian semua penumpang karena protes mengenai ongkos,
malu juga sih tapi sudahlah lupakan anggap semua itu tidak terjadi.
Dengan hati yang berdebar kencang campur aduk antara
malu, kesal, dan marah akhirnya handphone saya berbunyi ternyata telpon dari
Emak. Kemudian Saya Angkat..
“Halo Assalamualkum.”
“Waalkumsalam”
“Tos nyampe mana?”
“Masih di tol tapi duka tol mana.”
“Oh....bla...bl...bla..bla....bla....”
“Muhun...”
“Nya entos hati-hati. Assalamualkum..”
“Waalkumsalam...”
Setelah menutup telpon dari Emak belum sempat saya
menyimpan Handphone, reflek mata saya melirik keluar jendela. Brakkkkkkkkkkkkk
haaaaa (teriak Semua penumpang) Haaa astagfirullah..... Kejadian itu
berlangsung hanya beberapa menit dan saya merekam semuanya dengan mata kepala
saya.
Awalnya bus berjalan dengan sewajarnya, tapi setelah
saya menutup telpon dan melirik keluar jendela ternyata bus oleng dan depan bus
menabrak badan mobil Pick Up kemudian semua penumpang berteriak termasuk saya
yang duduk di depan dekat kenek dan di pinggir pintu bus. Saya juga melihat supir
berusaha sekuat tenaga untuk menghentikan bus dengan mengerem, dan saya juga
sempat melihat penumpang yang duduk di belakang sopir tersungkur kedepan. Saya
sudah tidak bisa berfikir apa-apa lagi, saya hanya berpegangan dengan sekuat
tenaga dan berteriak. Saya kaget karena pintu bus yang berada di samping saya
kemudian terbuka dan hancur menghantam benda-benda di depannya. Kemudian saya
alihkan mata saya kearah depan, dari arah sana ada kendaraan entah itu bus atau
truk yang melaju mendatangi kami untung kendaraan tersebut berhenti sehingga
bus yang saya tumpangi tidak tertabrak
oleh kendaraan lain. Dalam hati saya sempat berfikir bagaimana bisa ada
kendaraan di depan kami sedangkan jalur jalan tol satu arah dan di batasi oleh
pembatas jalan yang terbuat dari besi.
Setelah kepanikan itu terjadi langsung semua
penumpang berhamburan keluar bus, yang pertama keluar adalah kenek bus karena
posisinya berada di pinggir pintu yang sudah tebuka dan rusak parah itu,
kemudian saya dan diikuti dengan yang lainnya. Kemudian saya terduduk di rerumputan
pinggir tol, sambil beristigfar karena seperti mimpi bisa menjadi penumpang bus
yang mengelami kecelakaan.
Saya hanya bisa merasakan tubuh saya lemas sekali,
lutut gemetaran dan jantung berdetak lebih cepat. Langsung saya kembali
menelepon emak padahal beberapa menit sebelumnya saya sudah menutup telepon
dari emak. Dengan panik emak menjawab telpon dari saya, saya hanya bisa
mengatakan jika bus yang saya tumpangi nabrak dengan suara bergetar dan
mengeluarkan airmata. Entahlah saya tidak tahu darimana airmata itu berasal tapi
yang jelas saya kaget sekali bisa mengalami kejadian seperti itu.
Ketika keluar dari bus saya melihat kondisi bus rusak
parah, yang paling parah adalah bagian depan bus, kondisi bawah bus dan
rodanyapun rusak parah, yang jelas kondisi bus rusak parah dan tidak bisa di
gunakan lagi. Setelah keluar saya juga baru sadar bahwa bus sudah berada di
jalur sebelahnya (jalur Serang-Jakarta) padahal posisi kita seharusnya berada
di jalur Jakarta-Serang. Saya tidak sempat memperhatikan sekitar jalan tol,
saya juga tidak tahu apakah bus itu menabrak pembatas jalan atau terbang
sehingga bisa menyebrang jalur yang salah dengan singkat karena saat itu saya hanya
merasakan goncangan yang sangat keras. Tapi saya sangat bersyukur sekali karena
bus tidak terguling sehingga tidak ada korban.
Setelah itu saya mengambil kesimpulan bahwa supir bus
mengantuk sehingga bus oleng dan menabrak mobil Pick kemudian bus banting stir
ke kanan kemudian menabrak pembatas jalan dan masuk ke jalur di sebrangnya
sedangkan mobil pick up sendiri banting stir ke arah kanan dan menabrak
pembatas jalan.
Setelah kejadian itu saya langsung mengamankan barang
bawaan saya dan semua penumpang di arahkan kembali untuk menyebrang ke jalur
Jakarta-Serang. Saya tidak memperhatikan orang-orang di sekitar saya, dengan
seketika tempat itu menjadi ramai dan sepertinya terjadi kemacetan. Tidak
berapa lama ada bus jurusan X-deres – Labuan dan saya langsung menumpang bus
tersebut menuju Serang. Jadi saya tidak tahu lagi bagaimana kejadian
selanjutnya di TKP karena dengan mengeluarkan airmata dan masih shock saya
pergi meninggalkan tempat tersebut. Tapi sepertinya arah dari Serang-Jakarta
mengalami kemacetan karena bus tersebut posisinya sedikit melintang hampir
menutupi setengah badan jalan.
Saya hanya mengingatkan bahwa sebenarnya kita sangat
dekat sekali dengan kematian, saya tidak bisa membayangkan jika bus terbalik
entah bagaimana nasib penumpang yang ada di bus tersebut. Tapi semua itu tidak
terlepas dari kehendak Allah, jadi dimanapun kita ketika hendak melakukan
perjalanan dan ketika sedang di perjalanan jangan lupa terus membaca do’a
karena musibah tidak di duga-duga.
-Ilma Tanfiziyah-
gambar di ambil dari internet karena saat itu saya langsung pergi sehingga tidak sempat mengambil gambar.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar