Senin, 12 Desember 2016

BELAJAR DARI KISAH “PADA ZAMAN DAHULU” AYAM JANTAN BERSUARA MERDU



Sedih sih yah, ketika kita sudah tidak di percaya lagi oleh orang lain padahal kita sudah berusaha sebaik mungkin melakukan semuanya sesuai dengan kemampuan kita. Hanya saja dalam pelaksanannya banyak kendala yang tidak bisa kita kendalikan. 

Sama halnya seperti hari ini, mungkin Tuhan sedang mencubitku agar tidak terlalu sombong dengan apa yang sudah kumiliki, mungkin tuhan sedang mengingatkanku agar terus belajar dan tidak berpuas hati. Tuhan itu maha sayang, dia menyayangi semua makhluknya. 

Hari ini banyak orang yang mempertanyakan kemampuan yang dulu sempat aku sombongkan, aku jadi teringat kisah “Pada Zaman Dahulu” ada seekor ayam jantan yang memiliki suara merdu sehingga banyak ayam betina yang menyukai dan rela melakukan apa saja, mereka rela mencari makanan dan memberikannya kepada ayam jantan yang memiliki suara merdu tersebut. Kemudian datanglah ayam jantan lainnya dan menantang ayam jantan yang memiliki suara merdu tersebut untuk menentukan sebenarnya siapa ayam yang paling memiliki suara merdu sehingga pantas untuk di idolakan oleh ayam betina dan ayam yang lainnya. Akhirnya ketika mereka melakukan duel ayam jantan yang memiliki suara merdu tidak bisa berkokok dengan merdu seperti biasanya seketika suaranya menjadi sumbang dan jelek, akhirnya semua ayam yang mendengarnya menutup telinga karena tidak ingin mendengar suara berkokok ayam jantan tersebut. Akhirnya dia pergi kehutan karena malu. Dari kisah tersebut aku belajar bahwa kita tidak sombong dengan kelebihan/bakat/kemampuan yang kita miliki.

Sekarang Tuhan sedang mengingatkanku, pada awalnya banyak orang yang sedang dan mengakui kemampuan yang ku miliki tapi sekarang mereka semua mempertanyakannya. Aku sadar, mungkin semua ini karena kesalahanku yang tidak ingin belajar lebih lanjut, padahal jika di asah kemampuan yang ku miliki pasti akan lebih, karena pada dasarnya apa yang ku punya tidak berdasarkan ilmunya, jadi pantas banyak orang yang mempertanyakan. (IlmaTan)

Rabu, 27 Juli 2016

LELAKI INI “Dijodohin”

Meenurut aku pengalaman di sekolah yang menyenangkan adalah ketika SMP. Aku memilih melanjutkan sekolah ke SMP yang  ada di tempat tinggalku. Ketika beberapa teman SD ada yang memilih untuk melanjutkan sekolah ke kota, sedangkan aku sendiri dan kebanyakan teman yang lain lebih memilih sekolah di kampung dan tidak ada niat sama sekali untuk pergi jauh dari rumah.

Pertama masuk SMP tidak sulit untuk aku mencari teman karena aku tidak sendiri tapi masih banyak temen-temen yang satu SD juga sekolah ke SMP. Saat itu aku masih bocah dan polos banget, perlu kalian tahu aku bukan termasuk anak yang cantik, putih, bersih dan banyak di kejar cowok-cowok. Dulu aku item banget karena dari rumah ke SMP jalan kaki bareng teman-teman dan jaraknya itu 1 km, jadi bisa kalian bayangkan betapa tidak terurusnya aku saat itu. Tapi aku juga lumayan populer di kalangan teman-teman sekalas karena selalu dapat rengking tepatnya rengking II sih. Hehee

 Hari-hari sekolah di SMP aku lewatin dengan baik dan menyenangkan, nggak heran pengalaman itu masih berkesan sampai sekarang. Akhirnya waktu berlalu dengan cepat, sekarang aku sudah kelas 9 SMP dan sebentar lagi akan menghadapi Ujian Nasional so aku harus memanfaatkan waktu satu tahun terakhir di SMP ini dengan baik bersama teman-teman.

“Selamat pagi cantik, hehee... ada salam tuh, katanya ada yang mau minta nomor kamu juga.” Celetuk Santi yang merupakan salah satu sahabat aku.
“Siapa?” tanyaku penasaran.
“Itu loh ka Rian, kaka kelas kita waktu itu.”
“Ka Rian mana ya? Oh ka Rian itu, kan dia udah punya pacar waktu SMP aja mesra banget.”
“Udah putus kali, tadi ketemu si Siti di warung, minta nomor teh Ilma katanya ka Rian minta.”
“Ya udah kasihin aja.”
“Ya udah nanti istirahat kita ke kelas si Siti aja ngasih nomornya.” Ajak Santi.
“Oke deh sip..” kataku sambil mengangkat jempol.

Ketika jam istirahat aku pergi kelasnya Siti, oia Siti itu adalah adik kelas aku jadi disini ceritanya kita adalah senior hahaaa.
“Siti bener kak Rian minta nomor Ilma?” tanyaku dengan penasaran.
“Ia bener teh.” Jawabnya.
“Kok bisa?”
“ Jadi kemarin kak Rian ngomong minta di cariin cewek terus Siti ngomong aja mau gak di kenalin sama teh Ilma, terunya katanya ya udah pintain aja nomornya.”
“Oh gitu, ya udah nih kasih aja.” Kata ku sambil memberikannya selembar kertas.
Setelah itu aku merasa senang, nggak tau deh senang kenapa tapi semanjak hari itu aku sering banget nengok HP dan nunggu SMS dari kak Rian. Tapi ternyata kak Rian belum juga menghubungi.
“Ya udahlah, kalo dia bener-bener mau kenal pasti ada ngehubungi kok.” Gumam ku dalam hati.
Beberapa hari kemudian ada sms masuk ‘deg’ dan isinya adalah 

Assalamualkum
Ini ilma ya?

LELAKI INI “Prolog”



Hallo semua....

Saat ini tepat pukul 21.00 WIB dan aku masih terpaku di depan layar laptop. Sebenanya badan capek sih dan pengen tidur cepat, tapi mata masih seger dan terus melek. Oia, perkenalkan nama aku Ilma Tanfiziyah sekarang aku adalah mahasiswa semester 7 jurusan PGSD (Pendidikan Guru Sekolah Dasar) di salah satu Universitas Negeri. Malam ini lewat tulisan aku mau menceritakan seorang laki-laki yang sudah lama aku kenal, kita deket udah 6 tahun setengah tapi karena alasan tertentu kita memutuskan untuk break off. Aku nggak tau setelah ini bakalan bener-bener break atau cuma menjauh beberapa hari untuk menenangkan diri tapi yang jelas kita udah gak kontekan selama dua hari terakhir ini. Duh jadi sedih nyeritainnya, malah nangis nih... hihihiiiiiiiiiiii

Aku akan menulis dan menceritakan semuanya tentang dia dan tentang hubungan kita, kalian akan tahu apa yang selama ini aku rasakan dan bagaimana kita menjalani hubungan selama 6 tahun lebih. Aku menulis ini karena dia “lelaki ini” adalah istimewa, jadi untuk perempuan yang akan/nanti menggantikan posisi aku silahkan baca tulisan ini dan coba mengerti betapa dia adalah satu-satunya orang yang paling istimewa di hidup aku saat itu.

Senin, 02 Mei 2016

DERITA MAHASISWA SEMESTER 6



Selamat malam semua....
Lama banget rasanya gak nulis, alasannya sih klasik karena tugas kuliah seabreg yang gak kunjung beres, padahal kalo nyempetin nulis mah pasti bisalah :)
Ok deh to the point....
Kali ini mau nyeritain apa yah????
Banyak banget sih yang mau di ceritain tapi seketika bingung mau mulai darimana.
Baiklah aku mau nyeritain penderitaan mahasiswa semeter 6. Aku ga pernah nyangka loh ternyata semester 6 sibuk banget, pikiran terbagi kemana-mana, tugas terbengkalai karena bingung harus ngerjain yang mana dulu dan KKN (Kuliah Kerja Nyata) yang sebentar lagi akan dilaksanakan. Capek banget sih, lelah, letih dan udah ga bisa bernapas dengan tenang lagi karena dipikiran hanya ada tugas, laporan dan observasi ke SD. Bingung juga sih karena mendekati pelaksanaan KKN dompet mulai terkuras habis karena iuran ini itu yang nilainya ga sedikit, di tambah beban dalam hati karena sebelum KKN harus melewati UAS dulu. Betapa STRONG-nya kami mahasiswa semeter 6 kawan.....
Semangat di semeter 6 udah mulai kendur, entah harus gimana buat ngencengin semangat itu lagi.
“Mungkin butuh piknik...” kata beberapa teman di status facebook mereka.
Kalian pernah ngerasain gak sih, saking banyaknya tugas pas mau ngerjain malah bengong karena gak tau laporan mana dulu yang harus dibuat? Yupppsss..... Aku banget tuh... mungkin kebiasaan kita sama, apa lagi aku termasuk orang yang santai dan suka numpuk-numpukin tugas hahaaa....
                Kadang pengen keluar dari derita ini dan berpikir buat nikah aja, tapi ga mungkin banget kan karena tinggal setahun lagi buat memakai toga dan mendapatkan gelar S.Pd. Tapi mau gimana lagi orang yang di omongin sama temen-temen jodoh dan nikah terus di kelas hahaa....  
Ah sudahlah lupakan, nikmati saja derita ini karena suatu saat pasti akan membawa suka. Mungkin dengan seperti mahasiswa semester 6 harus banyak bersabar biar kita tau bahwa berjuang untuk mendapatkan gelar sarjana itu sangat berat dan yang paling berat lagi adalah mempertanggung jawabkan gelar tersebut. Tetap semngat untuk kita semua, insyallah tahun depan kita akan lebih pusing lagi dihadpkan dengan PPL dan skripsi, semoga Allah masih memebrikan kita kesehatan dan umur yang panjang untuk melewati ini semua. Jangan lupa angkatan tahun 2013 UPI Kampus Serang, MOKA-KU bareng WISUDA juga kudu bareng dong :) :)

Senin, 29 Februari 2016

Ketika Cinta Datang Terlambat....

Kenapa cinta datang terlambat ?
Ketika kamu sudah menjauh dan aku baru merasa kehilangan,
jujur saja aku merindukangan kedekatan kita dulu.
Dekat tanpa ada ikatan, dekat tanpa ada status tapi kita bisa tertawa lepas....

Kenapa cinta datang terlambat ?
Ketika aku sudah memilih orang lain dan bahagia bersamanya, kamu datang tiba-tiba sebagai teman baru hingga membuatku tertarik.

Kenapa cinta datang terlambat?
Ketika aku berusaha menjaga kesetiaanku padanya, kamu mengusikku dan berusaha membuka pintu yang selama ini sudah tertutup rapat.

Kenapa cinta datang terlambat?
Ketika kamu pergi, aku baru menyadari bahwa sebagian hatiku untukmu,
sebagian pikiranku membayangkanmu. Tapi kamu malah pergi menjauh dan membuatku kecewa....

Kemapa cinta datang terlambat?
Ketika ku tahu bagaimana rasanya sakit, aku menyesal pernah dekat dengan mu.
Aku memilih untuk melupakan mu, walaupun aku tidak pernah tahu alasan mu pergi...

Kenapa cinta datang terlambat?
Ketika aku memilih kembali padanya, tapi separuh hatiku masih berharap padamu....

Kamis, 25 Februari 2016

PACAR PEMAIN BOLA, ENAK?



Halo semuanya selamat pagi, siang, malam, sore, tergantung waktu kalian bacanya. Ah tumben nih basa-basi. Malam ini karena lagi mumet ngerjain tugas akhirnya nulis aja deh. Kali ini aku nulisnya pake bahasa yang santai, sekali-kali gak pake bahasa yang formal boleh kali ya.

Punya pacar pemain bola enak gak sih ?

Kita pacaran udah hampir 6 tahun, tepatnya bulan depan tanggal 21 maret kita bakal ngerayain hari jadian yang ke-6 tahun. Selama itu aku cuma deket dan komunikasi hanya dengan satu orang. Selama itu juga banyak banget peristiwa yang udah kita lewati, dari mulai ketawa bareng, nangis bareng, seneng bareng sampe susah bareng. Kalo menurut aku dia itu termasuk cowok yang baik, perhatian, pengertian, dewasa dan bertanggung jawab, dia juga termasuk cowo yang jarang banget marah.
Kadang banyak banget yang nanya dan minta rahasianya biar bisa pacaran awet. Sebenarnya gak ada rahasia apa-apa sih, aku juga gak punya resep pacaran awet buat kalian. Kita cuma saling percaya dan komunikasi harus tetap lancar apa lagi selama 6 tahun kita LDR, ketemunya cuma 3 minggu sekali atau 4 minggu sekali bahkan kita juga pernah 2 bulan gak ketemu. Mungkin sedikit susah pacaran LDR tapi sebenarnya kita lebih senang kayak gini, ngobrol lewat sms atau telepon atau kalo kangen banget video call dan sekalinya ketemu kita bisa memanfaatkan waktu yang cuma beberapa belas jam itu buat main berdua tanpa ada yang ganggu.
Dia itu orang yang baik dan bisa membuat aku nyaman, aku jadi ngerasa kalo dia itu sebagai salah satu pelengkap dari semua kekurangan yang aku miliki, begitupun sebaliknya. Satu hal yang paling aku gak suka adalah ketika dia main bola. Kadang aku suka ngerasa di duain sama bola, kita ketemu beberapa minggu sekali sedangkan dia main bola bisa seminggu 3 sekali. Bola selalu membuat aku cemburu dan ngambek tiba-tiba, kadang kalo aku lagi ngambek dia selalu berusaha nasehatin aku, dia bilang kalo bola itu cuma hobi sedangkan aku adalah masa depannya. Kalo dia udah ngomong kayak gitu meleleh deh hatiku, jadi ngambek manjanya udahan.
Sebenarnya walaupun aku gak suka sama bola dalam hati yang paling dalam aku mendukung penuh hobinya, aku rasa bola itu kegiatan yang positif buktinya karena dia pemain bola dia berkomitmen buat gak ngerokok selain itu dia juga cuma bergaul dan nongkrong sama anak-anak bola doang. Aku marah ketika dia main bola karena dia selalu memaksakan diri demi bola, kalo ada yang ngajak main bola atau futsal dia selalu bilang ‘ia’ padahal aku sendiri tau kalo dia baru pulang kerja, belum istirahat dan tentunya capek banget tapi kalo udah di ajak main bola rasa capeknya jadi hilang, belum lagi setelah main bola dia selalu ngeluh sakit kaki lah, engkel kenalah, urat kaki kencenglah atau keluhan yang lainnya. Dan itu membuatku tidak suka mendengarnya. Walapun aku tidak suka, walaupun aku selalu marah-marah gak jelas ketika dia selesai latihan aku selalu mendukungnnya ketika di lapangan, aku selalu berusaha menjadi orang pertama yang menjadi penyamangatnya dan orang pertama yang menantikan gol-gol cantiknya.

Sabtu, 20 Februari 2016

HAMBAR....



Saat ini aku sedang berusaha melupakan sesuatu, memang sulit melupakannya karena semua berawal dari proses dan berakhir kecewa. Kecewa terhadap sesuatu yang tidak pantas di kecewakan apalagi cemburu. Jika dia menolakmu tinggalkanlah, pergilah menjauh karena mungkin itu adalah sesuatu yang di harapkannya.
Setiap orang mempunyai harga diri yang selalu di jaga, begitupun dengan aku. Aku tidak mungkin mengejar dia yang sudah berjalan jauh tanpa menungguku, mungkin itu adalah pertanda bahwa kehadiranku tidak diinginkan.  Rasanya memang hambar... hambar..hambar.. dan hambar..
Tapi bersabarlah, ketika satu orang pergi meninggalkanmu percayalah bahwa sebenarnya masih ada orang lain yang berusaha meraih tanganmu di belakang. Sampai akhirnya aku menengok kebelakang  berharap ada orang lain yang mengerti untuk mengubah rasa hambar itu menjadi manis dan gurih. Aku tidak berharap dia yang sudah berjalan jauh datang kembali kepadaku karena sejak saat itu aku sudah tidak bisa mempercayainya lagi. Aku hanya percaya dengan orang yang sudah lama aku kenal, orang yang tidak pernah menyakitiku, orang yang tidak pernah meninggalkanku dan orang selalu berusaha memegang tanganku erat untuk melangkah bersama.
Dia orang yang pantas untuk aku lupakan dan orang yang tidak pantas aku harapkan, karena ketika aku mengharapkannya aku sudah melupakan seseorang yang dari dulu mengharapkanku. Aku berusaha pergi jauh menghilang dari bayangannya dan berharap tidak akan pernah memimpikannya lagi. Biarkan dia pergi jauh sendiri dan menemukan burung cantik lainnya.