Rabu, 27 Juli 2016

LELAKI INI “Dijodohin”

Meenurut aku pengalaman di sekolah yang menyenangkan adalah ketika SMP. Aku memilih melanjutkan sekolah ke SMP yang  ada di tempat tinggalku. Ketika beberapa teman SD ada yang memilih untuk melanjutkan sekolah ke kota, sedangkan aku sendiri dan kebanyakan teman yang lain lebih memilih sekolah di kampung dan tidak ada niat sama sekali untuk pergi jauh dari rumah.

Pertama masuk SMP tidak sulit untuk aku mencari teman karena aku tidak sendiri tapi masih banyak temen-temen yang satu SD juga sekolah ke SMP. Saat itu aku masih bocah dan polos banget, perlu kalian tahu aku bukan termasuk anak yang cantik, putih, bersih dan banyak di kejar cowok-cowok. Dulu aku item banget karena dari rumah ke SMP jalan kaki bareng teman-teman dan jaraknya itu 1 km, jadi bisa kalian bayangkan betapa tidak terurusnya aku saat itu. Tapi aku juga lumayan populer di kalangan teman-teman sekalas karena selalu dapat rengking tepatnya rengking II sih. Hehee

 Hari-hari sekolah di SMP aku lewatin dengan baik dan menyenangkan, nggak heran pengalaman itu masih berkesan sampai sekarang. Akhirnya waktu berlalu dengan cepat, sekarang aku sudah kelas 9 SMP dan sebentar lagi akan menghadapi Ujian Nasional so aku harus memanfaatkan waktu satu tahun terakhir di SMP ini dengan baik bersama teman-teman.

“Selamat pagi cantik, hehee... ada salam tuh, katanya ada yang mau minta nomor kamu juga.” Celetuk Santi yang merupakan salah satu sahabat aku.
“Siapa?” tanyaku penasaran.
“Itu loh ka Rian, kaka kelas kita waktu itu.”
“Ka Rian mana ya? Oh ka Rian itu, kan dia udah punya pacar waktu SMP aja mesra banget.”
“Udah putus kali, tadi ketemu si Siti di warung, minta nomor teh Ilma katanya ka Rian minta.”
“Ya udah kasihin aja.”
“Ya udah nanti istirahat kita ke kelas si Siti aja ngasih nomornya.” Ajak Santi.
“Oke deh sip..” kataku sambil mengangkat jempol.

Ketika jam istirahat aku pergi kelasnya Siti, oia Siti itu adalah adik kelas aku jadi disini ceritanya kita adalah senior hahaaa.
“Siti bener kak Rian minta nomor Ilma?” tanyaku dengan penasaran.
“Ia bener teh.” Jawabnya.
“Kok bisa?”
“ Jadi kemarin kak Rian ngomong minta di cariin cewek terus Siti ngomong aja mau gak di kenalin sama teh Ilma, terunya katanya ya udah pintain aja nomornya.”
“Oh gitu, ya udah nih kasih aja.” Kata ku sambil memberikannya selembar kertas.
Setelah itu aku merasa senang, nggak tau deh senang kenapa tapi semanjak hari itu aku sering banget nengok HP dan nunggu SMS dari kak Rian. Tapi ternyata kak Rian belum juga menghubungi.
“Ya udahlah, kalo dia bener-bener mau kenal pasti ada ngehubungi kok.” Gumam ku dalam hati.
Beberapa hari kemudian ada sms masuk ‘deg’ dan isinya adalah 

Assalamualkum
Ini ilma ya?

LELAKI INI “Prolog”



Hallo semua....

Saat ini tepat pukul 21.00 WIB dan aku masih terpaku di depan layar laptop. Sebenanya badan capek sih dan pengen tidur cepat, tapi mata masih seger dan terus melek. Oia, perkenalkan nama aku Ilma Tanfiziyah sekarang aku adalah mahasiswa semester 7 jurusan PGSD (Pendidikan Guru Sekolah Dasar) di salah satu Universitas Negeri. Malam ini lewat tulisan aku mau menceritakan seorang laki-laki yang sudah lama aku kenal, kita deket udah 6 tahun setengah tapi karena alasan tertentu kita memutuskan untuk break off. Aku nggak tau setelah ini bakalan bener-bener break atau cuma menjauh beberapa hari untuk menenangkan diri tapi yang jelas kita udah gak kontekan selama dua hari terakhir ini. Duh jadi sedih nyeritainnya, malah nangis nih... hihihiiiiiiiiiiii

Aku akan menulis dan menceritakan semuanya tentang dia dan tentang hubungan kita, kalian akan tahu apa yang selama ini aku rasakan dan bagaimana kita menjalani hubungan selama 6 tahun lebih. Aku menulis ini karena dia “lelaki ini” adalah istimewa, jadi untuk perempuan yang akan/nanti menggantikan posisi aku silahkan baca tulisan ini dan coba mengerti betapa dia adalah satu-satunya orang yang paling istimewa di hidup aku saat itu.